Popular Posts

Berita Terbaru

Senin, 19 Juli 2010

Jajaki Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu

Komisi B dan Komisi D DPRD Blora bersama Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DPKPOR) belum lama ini menyurvei sejumlah kawasan wisata yang layak untuk dikembangkan. Dalam kunjungan itu, mereka didampingi ahli pengembangan wisata dari salah satu perguruan tinggi di Jateng.

Seno Margo Utomo, salah seorang anggota Komisi B menyatakan sudah saatnya Pemkab Blora tak hanya mengandalkan pendapatan dari sektor minyak dan gas (migas) ataupun dari bidang lain yang selama ini telah mendominasi penerimaan daerah.

Menurutnya, masih banyak sektor lain yang jika dikelola dengan baik, bisa memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan daerah. "Salah satunya dari sektor pariwisata. Masih cukup banyak potensi wisata di Blora yang belum tergarap dengan baik," ujarnya kemarin.

Sejumlah kawasan wisata yang dikunjungi di antaranya Kedung Pupur di Desa Ledok, Kecamatan Sambong yang berada di lahan milik Perhutani KPH Cepu. Selain itu, juga kawasan penambangan minyak tradisional dan loko wisata Cepu. Menurut Seno, perlu kerja sama dengan institusi lain di luar Pemkab karena sebagian kawasan wisata berada di lahan bukan milik Pemkab.

Seperti kawasan wisata Kedung Pupur. Jika wisata itu dikembangkan, memang butuh kerja sama segitiga antara Pemkab, Perhutani, dan Pertamina. Sebab, di sekitar kawasan tersebut terdapat penambangan minyak yang dikelola Pertamina. "Planning ke depan, dibuat sebuah konsep wisata terpadu. Pemkab dan kita akan ajukan ke Kementerian Pariwisata. Kita awali dengan membuat kajian akademik dengan melibatkan konsultan ahli," tandas Seno.

Camat Sambong M Soleh mengatakan, pihaknya pernah mengusulkan Kedung Pupur dikembangkan lebih maksimal. Namun karena milik Perhutani, harus koordinasikan dengan Perhutani.

SUMBER : SUARA MERDEKA

0 comments:

Poskan Komentar

Berita Online

Portal Blora @2010. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2009 | Nurse | supported by XXX