Popular Posts

Berita Terbaru

Jumat, 23 Juli 2010

Anggota dewan tak pernah genap 45 orang

TIDAK hanya kuno, sederhana dan tertinggal, gedung DPRD Blora, adalah gedung wakil rakyat terjelek di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Yang mengerikan lagi, gedung tersebut konon angker. Ada tiga penghuni mahluk halus yang sesekali menampakkan diri, benarkah seperti itu? Wartawan Wawasan di Blora, Wahono, menurunkan catatannya dalam dua seri.

Soal gedung wakil rakyat di Jalan A Yani 36 Kota Blora, ada yang mengatakan bahwa keangkeran gedung tersebut mendekati kebenaran. Buktinya, muncul ’mitos’ selama ini jumlah anggota dewan tidak pernah lengkap (sulit mencapai 45 orang wakil rakyat). Hal itu kembali terbukti, setelah Subolo (PKPI) anggota dewan yang belum lama dilantik, meninggal mendadak saat menghadiri acara di Hotel Sahid Solo. Dan kini diganti Sucipto (PKPI), jadi lengkaplah wakil rakyat Blora berjumlah 45 orang.


Khawatir anggota DPRD akan berkurang lagi atau tidak genap 45 orang kerana meninggal dunia, gedung dewan kembali diruwat dan diberi persyaratan, termasuk pembacaan ayat-ayat suci Alquran, Rabu (21/7) malam. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, benarkah gedung dewan yang terhormat itu sering minta ’tumbal’ wakil rakyat? Pertanyaan ini memang terkesan kasar, dan tentu tidak bisa dihubung-hubungkan dengan meninggalnya para wakil rakyat saat masih aktif.

Bahkan sepanjang sejarah berdirinya gedung dewan, belum ada yang bisa memberikan bukti nyata, kalau gedung yang dibangun 1970-an itu minta tumbal. Hanya realitanya, eks wakil anggota dewan dan eks pejabat sekwan (sekretaris dewan) yang pernah duduk di gedung tersebut membenarkan anggota dewan selalu minus, tidak pernah lengkap 45 orang.

Mreteli
Sejak berdiri dan kini sudah diketuai delapan orang dan tujuh sekwan, saat ketuanya dijabat Adi Sarengat (1970), anggotanya juga tidak utuh, satu dilantik menyusul ada anggota dewan yang meninggal. Kondisi yang sama saat DPRD Blora dipegang Ketua Katiman (1971), anggota juga tidak pernah genap angka 45 orang.

Ketua DPRD J Surahman (sejak 1977) anggotanya juga selalu minus. Demikian juga ketika dipimpin oleh H Sidi Soemarno (sejak 1987), HM Tofah (sejak 1992), Wahyu Hardjono (1997) dan HM Warsit (sejak 1999)\, jelas H Skarno, mantan (pensiunan) Sekwan terlama di Blora ini.

Lima Sekwan dimulai H Sangyang Subagijo (sejak 1971), disusul Herman (1982), Sihar Edy Santoso (sejak 1987), Sri Hartadi (1992), H Sukarno (sekwan terlama), terakhr Sekwan (plt) Didik Lukardono, mencatat anggota dewan tidak pernah genap. Gedung dibangun diatas eks tanah milik Samodro (anggota CPM) yang dibeli Pemkab saat Bupati Srinardi.

Anggota aktif yang mreteli karena meninggal dunia, jumlahnya tergolong menonjol semasa ketuanya dijabat HM Warsit, tujuh anggota dewan meninggal karena kecalakaan dan sakit. (Bersambung).


SUMBER : WAWASAN

0 comments:

Poskan Komentar

Berita Online

Portal Blora @2010. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2009 | Nurse | supported by XXX