Kamis, 20 Januari 2011
FPDIP Menerima Raperda Blora, FPKM Tetap Menolak
0 commentsHanya saja, tidak semua fraksi di DPRD menyetujui ketiga raperda tersebut. Fraksi Peduli Kesejahteraan Masyarakat (FPKM) konsisten menolak raperda SOTK. Sedangkan raperda RPJPD-RPJMD diterima. FPKM adalah gabungan enam anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Penolakan tersebut sebelumnya pernah dikemukakan FPKM dalam sidang paripurna pemandangan umum fraksi, Selasa (19/1). FPKM bersama FPDIP, Rabu (19/1), tidak menghadiri rapat paripurna yang beragendakan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi.
Itu dilakukan sebagai bentuk protes karena Wakil Bupati (Wabup) H Abu Nafi meninggalkan rapat paripurna DPRD, Selasa (18/1). Namun, di rapat persetujuan tiga raperda, anggota dari kedua fraksi itu hadir. Bahkan FPDIP memberikan persetujuan atas ketiga raperda tersebut.
"Kami hadir sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Rapat paripurna ini kan dalam rangka penyusunan perda untuk pembangunan di Blora," tandas Subroto, salah seorang anggota FPDIP.
Berbeda dengan Subroto, sejumlah anggota FPDIP (Irma Isdiana, Catur Budiasih Setyaningrum, Dwi Astutiningsih dan Kartini) tidak mau berkomentar terkait kehadirannya dalam rapat paripurna. Sidang paripurna diikuti 41 dari 45 orang anggota DPRD Blora. Bupati Djoko Nugroho dan Wabup Abu Nafi hadir dalam rapat tersebut. Bahkan dalam kesempatan itu wabup menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya di rapat paripurna, Selasa (18/1).
Read More......
Senin, 15 November 2010
Jelang 100 Hari, Kolbu Disorot
0 commentsPasangan bupati dan wakil bupati yang dalam Pilkada diusung gabungan partai politik; PD, PKB, PPP, Hanura, PPIB dan Partai Demokrasi Pembaruan tersebut dilantik 11 Agustus. Namun oleh salah satu partai pengusungnya, PKB, kinerja kepemimpinan Kolbu dinilai belum sesuai yang diharapkan.
‘’Menjelang 100 hari kepimpinanan Kolbu, belum ada gebrakan yang berarti baik di bidang pembangunan maupun pemerintahan,’’ ujar Ketua PKB Blora, Abdullah Aminuddin, Senin (15/11).
Menurutnya, slogan perubahan yang didengungkan pasangan Kolbu, seperti saat kampanye, realisasinya telah dinanti-nantikan masyarakat. Dia menyatakan masyarakat sudah terlanjur percaya bupati dan wakil bupati yang memimpin Blora saat ini bisa membawa
Blora ke arah yang lebih baik.
Hanya saja, kata Aminuddin, di tiga bulan pertama kepemimpinan Kolbu, perubahan tersebut belum dirasakan. ‘’Justru yang terjadi ada beberapa kebijakan yang kontraproduktif dengan perubahan ke arah yang lebih baik,’’ katanya.
Dia mencontohkan mutasi pegawai belum lama ini. Mutasi tersebut memunculkan persoalan karena beberapa pegawai yang dimutasi ternyata tidak layak atau pun tidak sesuai dengan kualifikasi keahliannya. Selain persoalan mutasi pegawai, pelaksanaan pembangunan dengan dana yang bersumber dari APBD juga belum optimal. Bahkan di beberapa instansi pelaksanaan proyek dan kegiatan mengalami kemunduran jadwal. Padahal APBD telah ditetapkan lebih awal.
Aminuddin menyatakan sebagai salah satu partai pengusung pasangan tersebut, dia mengaku mempunyai beban moral dan harus selalu menjawab pertanyaan dari masyarakat mengenai pemerintahan Kolbu. Dengan kondisi seperti itu Aminuddin mengharapkan bupati dan wakil bupati tetap menjalin komunikasi yang baik dengan parpol pengusungnya, masyarakat, kalangan DPRD maupun komponen lainnya.
Tujuannya agar semua pihak mengetahui apa saja kendala yang dihadapi pemimpinnya. Sehingga pada akhirnya akan memberikan dukungan terkait program yang bakal dilaksanakan.
Menanggapi hal itu, Bupati Djoko Nugroho mengemukakan penilaian pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja. ‘’Jika ada yang mengatakan pemerintahan kami sekarang ini belum ada gebrakan, itu tergatung dari sisi mana melihatnya,’’ tandasnya.
Dia menjelaskan saat ini program dan kegiatan pembangunan yang dananya antara lain bersumber dari APBD tengah dilaksanakan. Pihaknya mewanti-wanti agar proyek dan kegiatan itu dilaksanakan dengan baik. Sementara terkait mutasi pegawai beberapa
waktu lalu, bupati menyatakan ada beberapa penempatan pegawai yang kurang tepat.
‘’Saya mengakui kesalahan itu dan akan segera saya evaluasi,’’ tegasnya. Bupati menyampaikan terima kasihnya atas saran, kritikan dan masukan dari siapapun termasuk dari parpol. Menurutnnya saran tersebut akan sangat berguna untuk kemajuan Blora.
Sumber :Suara Mereka
Read More......
Pisang Aneh Tumbuh di Blora
0 commentsBLORA- Sebuah Pisang Aneh tumbuh di sebuah desa kecil di Kabupaten Blora. Tepatnya di Desa Wonosemi, Kecamatan Banjarejo. Pisang aneh tersebut sempat menggemparkan warga sekitar. Bahkan, sejumlah warga dari beberapa daerah berbondong-bondong menyaksikan langsung dari dekat. Mereka penasaran, seperti apa pisang yang aneh dan langka itu.
Pohon pisang aneh itu berbatang layaknya seperti pohon pisang biasa. Dimana, pohon itu memiliki inggi sekitar dua meter. Namun yang membedakan adalah buahnya yang kecil, padat, dan tanpa pembatas. Sekalipun buahnya padat yang melengkung dari atas ke bawah hingga menyentuh tanah. Bahkan buah pisang itu masih terus bertambah, sehingga diprediksi buahnya makin bertambah banyak. Pasalnya, pohon dan daun pisang tersebut masih segar dan hijau
Parno, salah satu warga yang bernama menyebutkan, pohon pisang aneh itu mulai nampak berbuah sekitar satu bulan lalu. Yakni, sebelum puasa. dan puncaknya keanehan terlihat pasca lebaran kemarin.
”Tanah yang ditumbuhi pisang aneh dan langka tersebut awalnya adalah lahan sawah bengkok, garapan salah satu perangkat Desa Wonosemi,” katanya.
Dia juga menyebutkan, bahwa perangkat desa yang sawahnya ditumbuhi pisang aneh tersebut telah meninggal dunia enam bulan lalu. Perangkat desa itu meninggal dunia karena sakit. Saat ini, tanahnya digarap orang yang menyewa tahunan.
Terkait asal asal usul dari mana pohon pisang aneh itu tumbuh, Parno mengaku tidak tahu. Tetapi, ada warga yang menyebutkan bahwa pohon pisang aneh itu dulunya berasal dari Gunung Lawu
Sumber : Warta Merdeka
Kamis, 21 Oktober 2010
Polisi Tes Kejiwaan Tersangka Pembunuh Ibu Kandung
0 commentsBLORA--Polisi Resor Blora, Jawa Tengah, Rabu, melakukan tes kejiwaan terhadap Nk, tersangka pembunuh ibu kandung di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung, untuk mengetahui tingkat gangguan jiwa pelaku. Kepala Polisi Resor Blora, AKBP Nurcholis, di Blora, Rabu, mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebelum tersangka menjalani pemeriksaan hukum selanjutnya.
Hingga saat ini pelaku masih diperiksa oleh ahli jiwa dari Semarang "Hasilnya sampai sekarang masih kami tunggu," katanya. Menurut dia, jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan positif mengalami gangguan jiwa atau gila, kasusnya batal demi hukum, kemudian penyidik mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus tersebut.
"Penyidik mengambil alternatif mendatangkan ahli jiwa karena mendapat informasi dari sejumlah saksi bahwa kejiwaan pelaku terganggu dan sering kambuh sehingga gugur demi hukum jika yang bersangkutan menderita gangguan jiwa," katanya.
Dia menjelaskan, Nk (34) telah membunuh ibu kandungnya pada Jumat (8/10) bernama Siti Sayah (51) dan melukai Marni (35) kakak kandungnya, Ahmad Rifai (3) keponakan, dan Dapar (31) tetangganya. "Pelaku membunuh ibu kandungnya dengan menggunakan kayu yang dipukulkan ke tubuh berkali-kali, demikian juga yang dilakukan kepada tiga orang lainnya yang bermaksud memberikan pertolongan," katanya.
Kejadian yang menggemparkan warga setempat, kata dia, berawal dari keikutsertaan pelaku ke sawah, dengan maksud akan membantu mencabuti rumput. Namun yang dilakukan justru mencabuti tanaman cabai yang ditanam di sekitar sawah keluarganya, sehingga ditegur oleh Siti Sayah. "Pelaku tidak minta maaf atas kesalahannya, malah cekcok dengan ibunya hingga sampai di rumah mengamuk, lantas mengambil sebatang kayu dan menghajar ibu kandungnya hingga terkapar di ruang tamu. Keluarga dan tetangganya yang bermaksud melerai menjadi sasaran emosi pelaku," katanya.
Sampai saat ini, kata dia, pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Mapolres Blora, serta masih menjalani pemeriksaan kejiwaan karena kondisinya masih labil.
Senin, 11 Oktober 2010
Pembangunan Bandara Ngloram Diserahkan ke Exxon
0 comments![]() |
| Ilustrasi (Google) |
Bupati Blora Djoko Nugroho, di Blora, Kamis (7/10) mengatakan, meski sebelumnya Pemkab Blora dan Pemprov Jateng sudah menyiapkan perizinan, setelah dilakukan perundingan dengan pejabat Exxon Mobil, disepakati bersama, bahwa Exxon Mobil yang akan membangun Lapangan Terbang Ngloram.
"Kesepakatan ini juga disaksikan oleh gubernur Jateng, sedangkan keberadaan Lapangan Terbang Ngloram, jika segera dibangun, akan sangat membantu meningkatkan perekonomian warga. Harapan kami, jika mulai tahun depan sudah dibangun maka pada pertengahan 2012 sudah bisa beroperasi," katanya.
Dikatakannya, Lapangan Terbang Ngloram memiliki panjang landasan 900 meter sehingga jika pesawat jenis Foker bisa mendarat, harus menambah panjang landasan 700 meter lagi. "Tinggal diperpanjang saja," tambahnya.
Menurut dia, jika hanya perluasan diyakini bisa berjalan dengan cepat, sebab tanah di sekitar lapangan terbang adalah milik Pusat Pendidikan Latihan (Pusdiklat) Migas yang berarti milik lembaga negara.
Dia menjelaskan pula, pada 2009 Pemkab Blora sudah menyiapkan insfrastruktur pendukung di sekitar lapangan terbang, di antaranya ruas jalan menuju Desa Mulyorejo Kecamatan Cepu sudah diperbaiki dengan dana Rp2,4 miliar.
Jalan dari Desa Ngloram menuju Desa Sidorejo sepanjang 5,8 kilometer, dan jalan Desa Ketuwan, Ngraho serta Kedungtuban sejauh sepanjang kilometer juga diperbaiki dengan anggaran Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD kabupaten dan Provinsi Jateng.
Sumber :SR Blora
Read More......


